Application and Implementation E-Business
Aplikasi dan penerapan e-biz
Aplikasi e-bisnis : – Autoresponder (layanan pra-jual dan purna-jual secara on-line dari perusahaan ke pelanggan dan calon pelanggan. Baik berupa FAQ ataupun layanan e-mail autorespond). – Layanan penjualan dan pembelian secara on-line – FAQ
Penerapan e-bisnis dapat dilakukan oleh perusahaan yang memiliki pangsa pasar regional, nasional maupun global. Penerapan e-bisnis merupakan sebuah usaha untuk memasarkan produk pada target yang lebih luas, mendapatkan untung yang lebih serta mendapatkan loyalty dari pelanggan yang telah melakukan transaksi dengan e-bisnis yang telah diterapkan. Kepuasan pelanggan pun diharapkan dengan diadakannya layanan pra-jual dan purna-jual.
Coba jelaskan apa itu transformasi e-business ?
• Menurut Ravi Kalakota, dalam bukunya m-Business : The Race to Mobility, revolusi struktural diam-diam sudah terjadi di bidang ekonomi. Tahun 90-an,industri mobile internet tumbuh lebih besar dari sebelumnya berkat lima hal penting, yaitu : investasi infrastruktur yang besar, kemajuan piranti lunak, modal berlimpah sekalipun sedang menghadapi masalah ekonomi, perhatian konsumen yang lebih besar, dan tuntutan yang semakin banyak akan bisnis secara real-time.
• Menurutnya, kalau kita melihat sejenak pertengahan dekade 90-an kita telah melihat tiga perubahan besar struktural dalam waktu relatif singkat, yaitu : e-commerce, e-business, dan m-business.
• Transformasi e-business adalah perubahan-perubahan struktural yang diakibatkan oleh dampak-dampak yang ditimbulkan di batas-batas sebuah enterprise. E-commerce berpengaruh kepada bagaimana perusahan-perusahaan berinteraksi dengan para pelanggan mereka. E-business berdampak terhadap suplier maupun karyawan. Namun, hampir seluruh aplikasi e-commerce dan e-bisnis dirancang dan dikembangkan dengan asumsi akan digunakan oleh pengguna stasioner atau menetap, dengan infrastruktur yang terhubung kabel. Paradigma fixed e-commerce ini berrevolusi dengan muncul dan meluasnya penerapan jaringan data nirkabel dalam m-commerce, yang kemudian didukung dengan apa yang dikenal dengan m-business.
• M-business adalah infrastruktur aplikasi yang dibutuhkan untuk mengelola hubungan bisnis dan menjual informasi, jasa dan komoditas dengan menggunakan perangkat mobile. M-business merupakan hasil transformasi dari e-business.
• Ketika kapabilitas mobile internet semakin membaik, ia menjadi suatu cara akses yang paling nyaman terhadap layanan on-line dan juga selalu tersedia (always on, always available).
Bagaimanakah menentukan desain e-business yang fleksible ?
• User Friendly
Hasil riset memperlihatkan bahwa rupanya orang yang mau membeli sesuatu lewat internet (online shoppers) adalah karena 94% dari mereka langsung memperoleh jawaban atas pertanyaan mereka baik lewat telepon balik langsung atau lewat email maupun via chatting online.
Juga riset yang sama memperlihatkan bahwa salah satu faktor konsumen tidak membeli secara online adalah karena kurangnya interaksi manusiawi antara konsumen dan produsen. Manusia adalah makhluk sosial. Manusia membutuhkan interaksi. Kita membutuhkan hubungan. Click mouse yang dingin tidak bisa menjadi substitusi dari jabat tangan yang erat.
Perangkat lunak CRM yang sekarang sudah beredar di pasar memang sangat efisien dalam mengumpulkan data pelanggan dan melacak aktivitas mereka. Akan tetapi, semua aplikasi CRM tersebut masih kurang dapat melengkapi kebutuhan emosi manusiawi. Jawaban email yang sudah dibuat otomatis dan dapat mengirim serangkaian jawaban customer service bisa menjadi sesuatu yang sangat personal.
Hal seperti inilah mirip dengan online shopping. Situs web berbasis e-commerce memang tidak diragukan lagi dalam memberikan fitur pencarian yang cepat untuk menemukan seluruh inventori barang dan mempersempit pencarian yang mereka cari. Kita dapat menarik informasi untuk mendapatkan produk dan membandingkan fitur serta harga-harga.
Begitu pula kita dapat men-download brosur dan technical spec. Namun masalahnya dari ini semua adalah kadang kala kita sulit untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang sederhana sekalipun dari pemilik web. Karena model tanya-jawab yang ada di halaman FAQ masih kurang cukup memuaskan dahaga kita akan jawaban.
• Live Help
Rupanya dengan adanya perangkat lunak yang dapat memberikan customer service online paling tidak lumayan dalam membantu mengatasi kesenjangan manusiawi bawaan ini, Karena internet sifatnya adalah universal dan borderless, walaupun kita di Indonesia maka tidak salahnya Anda menggunakan HumanClick.com, atau Groopz.com, dan livehelper.com. Groopz.com memiliki seperangkat fitur yang bagus namun pricing-nya lebih mahal dibandingkan HumanClick.com.
Jelas salah satu dari aplikasi perangkat lunak di atas dapat memberikan efek experiential lain bagi para pengunjung suatu situs web korporat dan terkesan lebih up close and personal.
Jika tamu maya Anda dapat memiliki akses sehingga terasa dilayani one-to-one secara real time, maka pengalaman online mereka akan terasa lebih interaktif dan intuitif. Dengan menggunakan fitur-fitur yang proaktif, Anda dapat mendahului dalam membangun hubungan dengan calon pelanggan Anda.
Namun sekarang masalahnya tidak setiap konsumen merasa kerasan atau comfortable menggunakan antar muka berupa chatting online ini. Namun paling tidak ini lebih baik daripada sama sekali tidak ada interaksi sama sekali, karena mungkin janggal dan lamban.
Namun menariknya ada program chatting jenis ini yang dapat diteruskan lewat jalur komunikasi telepon. Memang kita manusia yang lebih suka berkomunikasi tatap muka, sebaliknya daripada ketikkan papan console.
• Responsif dan Personal
Kalau Anda meminta informasi dari situs web, umumnya Anda menerima jawaban lewat email atau telepon, atau bisa juga tidak sama sekali. Atau jawaban datang setelah berhari-hari.
Aturan emasnya adalah beri tanggapan secepat mungkin atas pertanyaan pengunjung. Rasa frustasi terbesar yang umum dialami oleh para pengguna email adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan jawaban. Sekarang mari kita lihat dan pahami skenarionya dari perspektif pelanggan.
Pengunjung masuk ke situs web dan menyukai informasi dan tawaran yang Anda ajukan. Dan kemungkinan besar, bisa jadi mereka termotivasi untuk menginginkan barang atau jasa yang ditawarkan di situs web, namun si pengunjung dihadapkan dengan satu pertanyaan yang membutuhkan pertanyaan dengan segera.
Ya, mereka bertanya lewat email kepada Anda, meminta informasi lebih jelas. Kemudian mereka pindah ke situs web yang lain atau melakukan sesuatu yang lain. Dan seraya mereka melakukan ini dan itu, minat mereka akan produk dan bisnis Anda mulai mendingin.
Semakin lama Anda menanggapi pertanyaan itu, maka semakin surut minatnya. Dan jika jawaban Anda muncul dalam waktu satu jam, boleh jadi peluang untuk produk Anda dibeli masih ada.
Tetapi bila tanggapan muncul lebih dari 6 jam, maka peluangnya adalah 50-50. Dan kalau Anda menanggapinya lebih dari sehari maka minat pengunjung pasti akan hilang.
Mungkin bukan hanya hilangnya minat, bisa jadi pandangan mereka negatif terhadap tingkat customer service Anda terhadap calon pelanggan. Yang sebenarnya kalau dilakukan lewat telepon, malah transaksi bisa terjadi.
• Hubungan Jangka Panjang – Intinya
Hal kedua yang kita semua perlu ingat tentang email atau perangkat komunikasi penjualan lain secara umum adalah semakin digunakan secara personal, maka semakin efektif hasilnya.
Gunakan kata ganti orang pertama. Berbicaralah langsung kepada pelanggan. Dan jika tim Anda yang menanganinya, maka tanggapan email yang datang darinya akan sangat efektif dalam membangun hubungan dengan pelanggan dan anggota tim perusahaan.
Sekali lagi jelas, kalau kita menggunakan analogi bisnis bricks and mortar, yaitu berbelanja di satu toko secara tetap tentu atau sering makan di suatu restoran, maka hubungan kita dengan salah satu di antara pegawai toko tersebut akan terjalin.
Wajah yang ramah dan yang dihiasi dengan senyum serta jabat tangan yang hangat adalah pertanda dapat dibangunnya suatu hubungan bisnis.
Tantangan nilai tradisional ?
Masih banyaknya terdapat pelanggan yang belum dapat dan tidak dapat melakukan layanan serta transaksi online
Pengalaman pelanggan yang diharapkan di dalam menerapkan e-business ?
• Dalam hal ini, pelanggan diharapkan untuk dapat semakin lebih mengenal fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi e-bisnis yang diterapkan oleh perusahaan. Pelayanan yang maksimal kepada pelanggan diharapkan dapat dilakukan secara maksimal dengan adanya autoresponder (salah satu bentuk aplikasi e-bisnis, yang berupa customer service online ).
• Selain itu, pelanggan juga akan semakin lebih muda berkomunikasi mengenai saat pra-transaksi atau pasca-transaksi (layanan purna jual) dengan perusahaan terkait.
• Maka dengan adanya e-bisnis maka diharapkan kepuasan pelanggan dapat terpenuhi.
Komunitas e-business ?
• Komunitas e-bisnis adalah : – para pelaku bisnis (eksekutif, manajer) – instansi/organisasi yang menerapkan e-bisnis, termasuk di dalamnya para karyawan – supplier yang bekerja sama dengan perusahaan – pelanggan – para calon pelanggan yang belum pernah melakukan transaksi
Strategi e-Business ?
“Tujuh (7) Strategi Taktis untuk Sukses dalam
e-Bisnis”.
Oleh : Bob Julius Onggo (http://www.bjoconsulting.com/ezines/2002/edisi39.htm)
Kebanyakan paradigma dari e-bisnis atau e-commerce selama ini dipengaruhi dan dikomandani oleh konsep-konsep dari dunia TI, padahal orang-orang TI bukanlah orang-orang bisnis.
Selain itu, fakta bahwa program e-bisnis dari kebanyakan perusahaan menitikberatkan HANYA pada sisi teknologinya saja dan proses bisnis itu sendiri. Namun inisiatif promosi dan pemasaran e-bisnis mereka tidak atau sangat sedikit dilakukan.
Itulah sebabnya mengapa e-Bisnis membuat banyak orang di Indonesia khususnya para investor merasa jera. Mereka menyangka bahwa belum saatnya mereka memasuki dunia e-bisnis, padahal yang salah bukan bisnisnya, namun konsep membangun e-Bisnis yang salah. Padahal satu hal yang PASTI bahwa internet tidak bisa dibendung lagi.
Karena itu, sudah saatnya orang-orang bisnis dan pemasaran menjadi komandan dari strategi bisnis di Internet. Dan orang-orang TI sebagai support dari para marketer dan pebisnis.
Karena itu, berikut ini, saya ingin memaparkan 7 langkah taktis untuk e-Bisnis yang berhasil.
Langkah 1# FOKUS
Kebanyakan orang yang ekspansi bisnis ke Internet, tidak fokus pada produk yang mereka jual. Mereka menjual apa saja dalam satu situs web mereka.
Padahal dalam dunia bisnis, sekelompok kategori produk harus dikoordinasi oleh seorang manajer produk, dan bila ada beberapa kategori produk, maka beberapa manajer produk harus membawahi masing-masing kategori produk tersebut.
Sedangkan dalam kasus e-bisnis, puluhan atau ratusan produk tidak memiliki manajer produk yang mengawasinya. Dan hanya diserahkan ke orang TI-nya saja.
Jadi maksud saya, dalam hal ini adalah bahwa produk-produk yang dijual di Internet juga harus menjadi bagian yang fokus dari masing-masing manajer produk.
Langkah 2# BANNER berupa TEKS
Berdasarkan hasil riset, telah terbukti bahwa tingkat respons dari suatu “klik” lebih BANYAK berasal dari “banner berupa teks” bukan berasal dari “banner berupa gambar”. Kebanyakan orang, masih belum tahu dalam hal ini.
Konsep “banner berupa gambar” itu hanyalah konsep yang berasal dari orang-orang desainer web untuk mendatangkan nilai seni, bukan mendorong emosi ke sales karena efek dari “sales letter”, karena 90% penjualan hasil dari “sales letter” bukan hasil dari “entertainment” seperti melalui “banner gambar.”
Terus terang saja, bahwa respons yang diperoleh dari “banner berupa teks” JAUH lebih tinggi dari “banner berupa gambar”.
Karena itu gunakan “banner berupa teks” yang ditaruh di suatu artikel atau kumpulan kalimat walaupun bisa dalam bentuk .jpeg. Namun upayakan agar tidak kentara bahwa itu adalah “banner”.
Langkah 3# Ciptakan 2-level Afiliasi
Dalam dunia bisnis offline, sudah hal yang umum mereka memiliki reseller atau supplier maupun dealer yang membantu penjualan produk/bisnis mereka dan kemudian Anda memberikan “margin” atau “komisi” kepada mereka.
Nah, dalam dunia online, e-bisnis yang berhasil juga harus menciptakan program distribusi pemasaran seperti ini. Dan ini disebut sebagai Program Affiliate (afiliasi).
Dengan teknologi internet, Anda akan mampu membangun 2 tingkat afiliasi, maksudnya distributor penjualan utama dan agen penjualan kedua. Distributor/Dealer Utama mendapatkan komisi lebih besar, misalnya 20% dan supplier yang mengambil barang dari Dealer Utama tersebut mendapat komisi 5 atau 10%.
Dalam e-Bisnis, Anda memungkinkan memiliki banyak Dealer Utama dan banyak Dealer/Supplier kedua yang berada di bawahnya.
Karena dalam dunia e-Bisnis, konsep afiliasi 2 tingkat adalah yang paling banyak diminati. Karena itu seminar kami tgl 30 Oktober 2002 ini, akan mengupas tentang dunia bisnis pemasaran afiliasi dgn judul “Building Online Sales Force 2003”
Langkah 4# Manfaatkan Kekuatan Email
Email adalah aktivitas pertama yang paling banyak digunakan di Internet, kedua adalah situs pencari. Karena itu manfaatkan kekuatan pemasaran yang dapat dilakukan oleh email.
Maksud saya adalah pemasaran melalui email atas dasar persetujuan (permission), bukan spamming.
Ingat, kebanyakan penjualan terjadi setelah beberapa kali di follow-up, bukan dari hasil instan karena kunjungan pertama mereka ke situs web Anda.
Langkah 5# Menulis Artikel
Ingat kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau sosialisasi, jadi jangan berpikir Anda bisa menjual kalau Anda malas menulis untuk mengedukasi bisnis/produk Anda.
Jadi kalau e-Bisnis Anda, ingin berhasil, maka tim PR Anda harus mengedukasi calon pembeli melalui tulisan-tulisan yang informatif.
Langkah 6# Lakukan eMarketing
75% dari waktu tim pemasaran Anda harus berpusat pada pemasaran, kombinasikan antara strategi offline dan online.
Karena kebanyakan dari kesalahan dalam e-Bisnis adalah mereka terlalu banyak mencurahkan waktu di proses bisnis serta teknologinya, hal ini memang tidak salah dan ini memang harus dilakukan oleh orang TI, namun Tim pemasaran di perusahaan Anda juga harus mengetahui teknik-teknik pemasaran online (eMarketing) bukan saja secara offline.
Langkah 7# Komunikasi Instan
Kebanyakan dari kegagalan dalam e-Bisnis adalah masalah soal kepercayaan dan komunikasi. Kepercayaan dapat ditingkatkan apabila komunikasi antara produsen dan konsumen berlangsung instan, cepat dan tidak tertunda.
Anda lihat bahwa banyak orang begitu lama mendapat jawaban email mereka dari pertanyaan yang mereka lontarkan. Anda harus simulasikan kecepatan dalam menjawab email yg memang sudah spesifik seperti layaknya percakapan komunikasi normal, yaitu melalui sistem multiple follow-up autoresponder.



no comment
Comment by putri — 4 December 2008 @ 2:45 pm