Bahan gratis,download,contoh, skripsi, kuliah, ujian, uts, uas

Masih belum ketemu apa yang kamu cari? ayo cari di Mbah Google
Google

19 August 2007

CRM (CUSTOMER RELATION MANAGEMENT)

Filed under: Lain-lain, CRM

Strategi CRM, terdiri dari : – Proses engineering – Perubahan organisasi – Program Insentif

Definisi CRM
Mengintegrasikan sales marketing dan strategi pelayanan dimana terjadi peningkatan kecakapan dan kedalaman di dalam mengkordinasikan beberapa aksi.

Tujuan dari kerangka bisnis CRM antara lain : – Dengan menggunakan relasi untuk meningkatkan pendapatan (grow reveneu). Gabungan sebuah peningkatan nilai pelanggan baik wanita atau pria berhubungan dengan pihak perusahaan yang akan menaikan penjualan dan penjualan pararel. Meningkatkan pula penghasilan dengan melakukan identfikasi, mengaktrasikan dan menguasai pelanggan-pelanggan yang baik – Menggunakan hubungan informasi untuk melakukan service terbaik. Dengan menggunakan informasi pelanggan untuk memperbaiki services kebutuhan pria/wanita. Kira-kira banyak waktu tersimpan dan memudahkan bagi customer yang mengalami kesulitan. – Terdiri atas banyak pengulangan proses penjualan dan procedure. Dengan mengembangbiakan bagi kontak dengan pelanggan, banyaknya pegawai untuk mendukung penjualan. Melakukan order untuk menuju kesenangan sukses yang berkelanjutan, perusahaan harus konsisten dalam hal peningkatan keahlian di dalam manajemen dan penjualan. – Membuat nilai baru dan menuju atas loyalitas. Point ini dapat dibuat berbeda, untuk memiliki competitive advantaged (daya saing), untuk memulai pengetahuan perusahaan akan berbagai prospek dan pelanggan-pelanggan untuk menangapi tanggapan akan kebutuhan dan permintaan akomodasi, sebuah perusahaan yang baik juga dapat melindungi (pratonage), perusahaan juga memilih kearah loyalitas. – Implementasi adalah lebih proaktif melakukan strategi solusi. Menggunakan focus pelanggan sebagai solusi bisnis dengan proses persilangan pekerjaan di lingkungan perusahaan. Dengan cara mendapatkan data, menggunakan dan mengeliminasikan issue sebelum terjadi masalah krisis (perlu segera ditangani) Memindahkan dengan pengumpulan data yang reaktif untuk proaktif hubungan pelanggan untuk meminimize masalah dan untuk mengetahui lebih awal.

Dengan investasi di dalam aplikasi CRM, perusahaan berharap dapat meningkatkan program-program pelanggan secara lebih optimal dan tentunya akan memaksimumkan jangka waktu untuk peningkatan penghasilan.

Aplikasi CRM juga meningkatkan tumpuan yang kecil dan digunakan untuk perusahaan skala menengah.

Memanage Daur Hidup dari pelanggan :
Ada tiga pase di dalam CRM

Ada tiga pase di dalam CRM : Akusisi, Peningkatan dan mengingat (retention). Tentunya memiliki dampak yang berbeda (lihat gambar 5.1) dan akan dapat lebih tertutup bagi perusahaan di dalam merawat pelanggan-pelanggan.
1. Aquire New Customer. Kamu mendapatkan pelangan-pelanggan baru dengan melakukan promosi product dan pelayanan secara lebih leadership disebabkan dorongan peningkatan keterbatasan yang ada dengan respek kearah kenyamanan dan inovasi. Peningkatan nilai proposisi bagi pelanggan dengan pengepakan produk lebih superior dengan service terbaik
2. Peningkatan profitabilitas pelanggan. Kamu dapat meningkatkan hubungan terbaik dengan membesarkan hati dalam hal penjualan pararel dan peningkatan penjualan. Lebihnya lagi adalah hubungan. Nilai proposisi untuk pelanggan adalah peningkatan kenyamanan dengan biaya murah (one stop shopping).
3. Kelebihan di dalam Mengingat pelanggan – pelanggan yang ada. Fokus dan beradaptasi dengan pelayanan, proses dieliminisasi bukan berdasarkan keinginan pasar, tetapi keinginan pelanggan.

Organisasi di sekitar pelanggan-pelanggan : Arsitektu CRM baru

Sebelum mengimplementasikan CRM ada baik menjawab beberapa pertanyaan untuk kebutuhan perusahaan :

  • Apakah seluruh Aplikasi yang ada di perusahaan dengan mudah menuju kearah otomatisasi proses departemental ?

  • Apakah beberapa aplikasi dapat dengan mudah diidentifikasikan untuk target pelanggan terbaik, terus bagaimana untuk meningkatkan profitable terhadap organisasi?

  • Apakah beberapa aplikasi sudah dapat dengan mudah ke proses real time, customization/menggambarkan produk dan pengetahuan pelayanan detail untuk keinginan pelanggan dan kebutuhan keinginan membeli ?

  • Pengerjaan aplikasi tersebut adalah kontak dengan pelanggan terhadap perusahaan, tanpa memperhatikan kontak point tersebut ?

  • Apakah aplikasinya konsistensi untuk pengalaman pelanggan berdasarkan kontak point dan pemikiran pelanggan ?

Jika semua jawaban no, maka merupakan keseriusan di dalam pembuatan Arsitektur CRM baru.

Apa yang baru dari CRM ?

Apakah yang baru bagi lingkungan aplikasi pelanggan terpusat? Dengan mengorganisasikan CRM di sekeliling pelanggan, lebih jauhnya pemasaran, penjualan, atau fungsi internal lainnya.
Adanya proses pengukuran dan umpan balik bagi pelanggan untuk meningkatkan proses CRM.

Pelanggan merupakan nilai point untuk datang pada bagian secara integral prosesnya sesuai dengan kebutuhan pelanggan

Gambar Integrated CRM (lihat slide presentasi)

Porfolio CRM proses kompetensi

Tujuan proses kompetensi CRM adalah melakukan penjualan pararel dan peningkatan penjualan, Pelaksanaan direct Marketing dan pemenuhan terhadap pelayanan pelanggan dan dukungan ruang toko, komponen-komponen pelayanan dan manajemen penyimpanan.

Core CRM Process Kompetensi

Cross Selling and Up Selling (Penjualan pararel dan peningkatan penjualan)
Tipenya terdiri dari kapabilitas terhadap kualitas prospek pelanggan, jalur kontrak dan alat yang berfungsi sebagai seorang sales dengan melakukan ketepatan waktu di dalam penjualan.

Software harus terintegrasi dengan software inventory (dapat melihat produk yang tepat dalam hal stock) atau pelayanan pelanggan (untuk belajar bagaimana produk bekerja bagi pelanggan).

Direct Marketing dan Fullfilment kira-kira adalah

satu – dua punch, penjualan yang baik dan order yang cepat, yang terdiri dari interaksi sebelum terjadi penjualan sampai dengan direct marketing serta melakukan penambahan periklanan lain atau kebutuhan pelanggan dalam hal informasi untuk dapat mendukung keputusan pembelian.

Customer Service & Support Aplikasi yang dibuat terdiri dari support untuk pelayanan permintaan terhadap manajemen, keuangan manajemen, kontrak dan akfitas manajemen, pelayanan pelanggan, perjanjian pelayanan secara detail.

Dukungan pelanggan akan kapabilitas di dalam menggunakan pengaturan pelanggan khususnya masalah-masalah dalam hal produk dan peningkatan pelayanan untuk mengatasai masalah-masalah yang timbul.

Field Service Operation

Ini merupakan kepanjangan tangan secara lebih ektensive di dalam dukungan pelanggan yang berada di lingkungan luar peruusahaan, disaat aktifitasnya terjadi permasalahan yang tidak terjawab, selanjutnya anda dapat melakukan penelponan dan mengusulkan untuk mengirim orang untuk melakukan perbaikan.

Komponen-komponen pelayanan dan aplikasi pengiriman memiliki beberapa misi kritis pada penjualan berdampak pada kebaikan perusahaan dalam hal delivery yang efektif bagi pelanggan dan biaya yang memenuhi.

Perangkat lunak ini dapat melakukan penjualan dan pengiriman pegawai untuk melakukan perawatan, mengatur inventory dan logistic, menghandel kontrak keuangan.

Retention Management

CRM yang efektif harus berlandaskan pada differentiation keuangan pelanggan dan histori transaksi.
Kecakapan pada efektifitas kedalaman segmen pelanggan-pelanggan pada keputusan dukungan teknologi, pilihan bagi eksekutif untuk melihat kekuatan penuh CRM. Efektifnya adalah kedalaman di dalam informasi pelanggan adalah merupakan level yang besar dalam hal detail.

Supporting Requirement of The Next-Generation CRM Infrastructure

Ada 5 tipe kebutuhan di dalam mengintegrasikan supaya lebih efektif :

  1. Integration of Customer Content.
    Kecakapan di dalam mengakses, mengatur dan memproses seluruh content pelanggan, serta struktur integrasi yang tanpa cacat dan tidak terstrukturnya data pelanggan, yang dapat menolong sebagai kunci keberhasilan untuk mengaplikasikan CRM mulai hari ini


  2. Integration of Customer Contact Information
    Contact Management (CM) didifinisikan sebagai pemasangan informasi pelanggan dengan kecakapan akan akses dan berbagi informasi yang hasilnya dibutuhkan organisasi untuk kebutuhan sales dan pelayanan.


  3. Integration of End-to-End Business
    Kuncinya adalah Konsisten dan Simple. Dimana baik prospek dan pelanggan menginginkan dapat mengakses perusahaan dari berbagai lokasi dapat dilakukan order cepat, akurasi dan konsisten terhadap informasi.


  4. Integration of The Extended Enterprise of Partners
    Inter-Enterprise merawat pelanggan. Untuk menentukan kebutuhan akan pelayanan, garansi bagi pelanggan yang loyal, disisi lain perusahaan harus meningkatkan hubungan terhadap partner dan vendor di dalam sebuah infrastructure CRM melalui internet dan intranet. Terdiri atas infrastructure, partner bisnis untuk berbagi informasi, berkomunikasi dan berkolaborasi dengan perusahaan dengan menggunakan aplikasi web based, tanpa memerhatikan didalam platform di dalam internal perusahaan dan tanpa melihat kompleksitas dan tipe pembiayaan dimasing-masing bagian dari aplikasinya.


  5. Integration of Front-Office and Back-Office
    Menjalankan strategi kebutuhan dengan penggunaan teknologi bahwa keharusan dapat bekerja bersama-sama pada beberapa pukulan di dalam infrastructure CRM.


These Technology are as follows :

• Legacy System
Merupakan peralatan yang dibutuhkan pekerjaan kira-kira perangkat medium ke atas dan peralatan messaging, yang dapat meningkatkan efficiensi di dalam mengekstrak data untuk kebutuhan sistem
• Computer Telephone Integration (CTI)
Beberapa perusahaan dapat menjalankan business logic secara konsisten dengan mengatur datangnya calling dari pelanggan
• Data Warehousing
Ekstrak data untuk melakukan system transaksi dan mengumpulkan informasi yang biasanya sangat efektif untuk kebutuhan analisa pelanggan.
• Decision Support Technology
Teknologi analisa incorporate schopisticated dan model-model tools untuk menentukan ketepatan base dari keputusan pelanggan dengan mengakumulasikan hubungan-hubungan data.

Organizational Challenges in Implementing CRM

CRM menawarkan berbagai kemudahan, kebutuhan akan laporan. Mengimplementasikan kebutuhan CRM di dalam sebuah suhu yang tinggi akan politik, budaya dan perubahan organisasi. Politik resistance arise karena CRM secara umum memotong secara pararel di lingkungan autonomous(swantara) bisnis atau ada beberapa fungsi bisnis bukanlah merupakan kebutuhan perusahaan dengan lainnya. Apa yang dilakukan sebelum melakukan CRM program, data mula-mula digunakan oleh satu unit tetapi bisa digunakan oleh unit lainnya pula.

Organisasi yang menawarkan CRM sebelum terjadinya keuntungan tetapi secara keseluruhan harus benar-benar sehat. Suatu organisasi memiliki beberapa issue harus dapat di tangani di dalam mengimplementasikan CRM :
1. CRM harus dapat mengurangkan bisnis secara individual melakukan kontribusi, yang tentunya dapat meningkatkan benefit bagi perusahaan
2. CRM membutuhkan pembuatan transisi secara hati-hati dari infrastruktur “silocentric” kea rah terhubungnya infrastruktur “customer centric”
3. Organisasi-organisasi dengan pengoprasian global harus mengatur interaksi perbedaan bahasa, time zone, mata uang dan lingkungan secara umum. Ini adalah lingkungannya, menjalankan secara konsisten, service pelanggan secara customized dan sulitnya lagi menggunakan teknologi yang tradisional.

Next Generation CRM Trends

Perkembangan pasar dari CRM harus memberikan harapan terhadap kontak secara langsung terhadap pelanggan, juga tersediannya call center dan Web. Pihak Managemen harus membayar berbagai kebutuhan yang berubah akan kebutuhan kontak dari ketiga hal tersebut.

Pemunculan Call Center seperti Kekuatan penuh terhadap kontak utama. Sebuah callcenter adalah sebuah agen grup dan VRU (voice respopnce unit) bahwa merupakan asisten pelanggan dengan dukungan, membagi-bagi dan fungsi transaksi. Pelayan industri-industri, dengan komunikasi, banking/financial, asuransi dan kebutuhan-kebutuhan perusahaan, yang berlandaskan terhadap interaksi pelanggan melalui call center di dalam merawat dan meningkatkan bisnis.

Mendengar pelanggan. Sebuah call center dan hubungan web harus mampu menerjemahkan kebutuhan pendengaran yang mampu menyimpan apakah pelanggan mengatakan sasuatu. Dengan melakukan kehati-hatian di dalam mendengarkan pelanggan di dalam melakukan seting yang baik untuk kebutuhan pelanggan.

Bebertapa organisasi mengalami kegagalan di dalam memaksimumkan sales secara potensial karena mengalami kesalahan menjawab feedback dari pelanggan dan bagaimana melakukan improvement di dalam meningkatkan performa.

Customer Loyality

New Integrated Service Experience. Ada beberapa teknologi digunakan untuk ekpetasi dari pelanggan harus juga melakukan pertemuan dan menjalankan solusi-solusi integrasi lainnya sebagai peningkatan service dari pelanggan di setiap point : Internet, Call Centre, Storefront, ATMs, kiosks, dan person-to-person selling.

Higher Service Expectation
Pelanggan yang belum benar-benar statisfaction biasanya menggunakan pelayanan dengan menyebarluaskan, dan melakukan pengharapan pada pelanggan untuk melakukan interaksi terhadap callcenter secara meningkat lebih dari sebelumnya.

New Competition Creates New Headaches/Memusingkan

Building a CRM Infrastructur : A Manager’s Roadmap

The CRM infrastructure :
1. Tentukan sebuah visi dari terhubungnya CRM. Mengerti akan hal pelayanan dan memproduksi sesuai dengan keinginan pelanggan, bahkan mampu berinteraksi kepada masing-masing pelanggan. AHl yang kritis adalah hubungan dengan pelanggan tidak ada batas bagi perusahaan kearah melihat stovepipe
2. Mengerti terhadap pelanggan. Bagaimana melihat kebutuhan akan hal produk dan pelayanan secara keseluruhan?Apakah itu baik ataukah jelek untuk masing-masing proses khususnya untuk perspektif pelanggan.
3. Membangun sebuah kasus bisnis. Analisa kira-kira bagaimana keadaan tetapnya dan bagaimana kebutuhan untuk selanjutnya. Sebaiknya tidak menggunakan teknologi-teknologi yang sifatnya sebagian kira-kira dapat mengeksekusikan sebelum beraksi. Kira-kira akankah ada permasalahan dalam hal teknis.
4. Evaluate masing-masing kejadian. Di dalam menentukan posisi perusahaan harus mampu berkompetisi secara relative. Menajalankan proses penjualan dan infrastruktur pelayanan untuk memulai merawat pelanggan-pelanggan yang eksis.
5. Tentukan strategi CRM dan tujuan. Mengadopsi strategi yang konsisten dengan seluruh perusahaan yang di dapat dari bagian marketing, sales dan service organisasi dan mengerti kebutuhan yang ideal dengan pelanggan. Kira-kira masing-masing dan perkembangan produk dan penjualan bagi setiap lini usaha.
6. Evaluate setiap aplikasi yang dijalankan dengan melakukan kompromi dini untuk focus untuk kemudahan bisnis. Yang tentunya aplikasi kebutuhan yang ditemukan hari ini dan strategic direction pada suatu perusahaan. Lihatlah aplikasi form dan point utama integrasi
7. Meletakkan untuk pelanggan-pelanggan, bukan hanya produk atau laporan keuangan, Setelah melakukan pemilihan pada sebuah aplikasi, tentunya proses redesign akan benefit dan merawat pelanggan
8. Indentifikasi dan target untuk memenangkan secara cepat. Setelah secara agresif dan kejadian-kejadian yang sebenarnya. Kira-kira mengutamakan tujuan lebih awal di dalam proses yang mendukung untuk dibangun dan lengkap. Gambarannya kamu dapat mengimplementasikan secara penambahan-penambahandan sukses. Perkenalkan kesuksesan anda sepanjang waktu
9. Letakkan pada ownership pada setiap end-to-end project dan gunakan seorang manager. Partner team membership dengan pengalaman pemimpin bisnis bagaimana melakukan deliver dab menajalankan aplikasi secara integrasi.
10. Implemented in stages. Dua bagian biaya dan compleksitas pada CRM, metode staged akan meningkatkan perubahan-perubahan besar untuk kesuksesan dan terus-menerus melakukan evaluasi strategi. Juga kesempatan dalam solusi. Kebutuhannya akan benefit dari strategi CRM yang konstan akan perubahan di dalam dunia nyata. Siapkan hal tersebut dan lebih proaktif akan perubahan.
11. Tentunya buatlah closed-loop CRM environment. Tujuan dari strategi CRM adalah nol akan leakage/kebocoran informasi. Setiap pelanggan yang melakukan kontak dengan pihak perusahaan, tanpa memperhatikan channel, tujuan dan hasil keluaran pada interaksi, membuat benar-benar mudah digunakan
12. Akhirnya, buatlah rumusan pengukuran untuk keberhasilan, Kira-kira dapat diukur dan terus-menerus ditingkatkan, kamu dapat memonitor proyek dan bagian-bagian yang berhasil


Di Marahin Nyokap maen komputer terus

5 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://anakbinus.blogsome.com/2007/08/19/crm-customer-relation-management/trackback/

  1. mmm.. taw ga kira2 perusahaan apa aja yan pake crm ini?

    Comment by njum — 25 March 2008 @ 7:05 am

  2. banyak lah, biasanya Bank udah pake CRM kok..

    Comment by Administrator — 25 March 2008 @ 10:33 am

  3. Saya ingin sekali panduan analisis crm untuk pemasaran property

    Comment by JUan — 18 April 2008 @ 3:46 pm

  4. thanx bro.. :D

    Comment by ridhoyp — 1 December 2008 @ 7:13 pm

  5. (lihat gambar 5.1) ==> saya ga bisa liat. bisa dikrm ke email saya lengkapnya tulisan ini?
    thx

    Comment by ice — 2 June 2009 @ 3:00 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham