Langkah-langkah Desain e-Business
Langkah-langkah Desain e-Business
Langkah awal Desain e-Business : Self Diagnosis (Diagnosis pada dirinya sendiri ) :
Sebelum melakukan perubahan desain e-business yang pertama harus dilakukan adalah Diagnose terhadap perusahaan sendiri
Pertanyaan-pertanyaan kira-kira tentang perusahaan ?
1. The impact of Customer
2. The impact of Business
3. The impact of Technology Trends
• Memiliki the gelombang baru saja pada Teknologi Inovative membuat kebaruan atas bagaimana melaksanakan bisnis dan memperioritaskan pada reorganisasi ?
• Jika perusahaan kamu melakukan respon terhadap perubahan mengenai harapan pelanggan ? Adanya peningkatan dimensi bahwa pelanggan-pelanggan peduli untuk hal tersebut ?
• Jika perusahaan berkeinginan untuk menjawab dan merubah yang tak terhitung dari beberapa industri mengasumsikan untuk meletakkan tambahan pada kesempatan-kesempatan baru, dengan melakukan preserving untuk dapat exis di dalam melakukan investasi di orang, aplikasi dan data ?
• Jika perusahaan kamu sukses dengan sedikit biaya-biaya operasi yang akan membuat bisnis menjadi kompleks dengan aplikasi-aplikasi yang diadaptasi dan fleksibel untuk melakukan perubahan sebelum tidak menaruh kasihan (recentless) tekanan pada waktu suatu pasar ?
Jika semua pertanyaan jawabannya “Yes” , kamu harus menjadi perusahaan yang inovator atau kategori “Market Leader”
Jika beberapa jawaban “Yes” , kamu adalah perusahaan yang “Easy Adapter” adaptasi rendah atau “Visionary” melamun
Perusahaan tipe ini pertama-tama harus melakukan eksploitasi teknologi baru yang inovasi untuk mencapai sukses pada Kompetisi Advantagesd terhadap saingan-saingan perusahaan Anda.
Jika seluruh pertanyaan jawaban “No”, Perusahaan Anda adalah perusahaan yang memiliki kategori “Silent Majority” , tipe ini ada tiga tipe :
1. Pragmatist (apa adanya)
2. Oldguard Conservatives (kolot terhadap hal-hal kuno)
3. Diehard Skeptics (ragu-ragu akan hal baru)
Tiga kategori perusahaan :
1. Market Leader
2. Early Adaptor
3. Silent Majority (Pragmatist, OldGuard Conservatives, DieHard Skeptics), Current Business Landscape.
Langkah kedua Desain e-Business : melakukan perubahan pada rantai nilai :
Sukses perusahaan-perusahaan bukanlah hal yang panjang pada penambahan nilai, . mereka melakukan inventarisasi. Pada inventarisasi Manager harus menilai di dalam melakukan perubahan dari model bisnis tradisional dengan berpikir untuk keluar dari model bisnis tersebut. Dengan memilihmenemukan model bisnis dirinya, didalam kondisi pada produk-produk dengan memproduksinya.
Traditional Desain Bisnis
e-Business Desain
Langkah ketiga Desain e-Business : Pemilihan dengan melakukan perubahan pada rantai nilai :
Market Leader memiliki 3 tipe dalam desain e-Business di dalam melakukan penyempitan akan fokus dan untuk mempertahankan kemampuan leadership, karena mereka mengetahui beberapa perusahaan dapat mengerjakan atas pemikiran-pemikiran yang baik.
Di dalam pekerjaannya penyempitan dari bentuk kerucut menuju pada kompetensi, sukses perusahaan-perusahaan di dalam memilih beberapa ketentuan di bawah ini :
1. Service Excellence
Mengantarkan apakah para pelanggan menginginkan dengan perkelahian – pelayanan gratis dan unggul dalam nilai
2. Operational Excellence
Mengantarkan kualitas yang tinggi akan produk-produk yang cepat, bebas kesalahan dan untuk penilaian harga yang rasional
3. Continous Innovation Excellence
Mengantarkan produksi-produksi dan pelayanan-pelayanan. Apakah mendorong peningkatan batas-batas dan kesenangan para pelanggan
Service Excellence meliputi pemilihan pada sebagian kelompok kecil di dalam meningkatkan nilai pelanggan yang baik, ketika mereka membuat usaha untuk disaksikan untuk melakukan service dengan baik
Prinsip-prinsip pengoperasian pada services excellence mengikuti ketentuan di bawah ini antara lain : – Menyiapkan perusahaan kamu untuk hal yang (unforeseen) tidak terduga – Mengumpulkan dan meperbaiki semua hal-hal yang uptodate, ketepatan di dalam penggunaan informasi, dimana kamu membutuhkannya dan ketika kapankah anda butuhkan – Pegawai yang berfunsi sebagai contact management terhadap pelanggan – Membangun sebuah pemain depan yang memikirkan philoshopy perusahaan “Customer Service”
Operational Excellence meliputi penentuan pada nilai pembiayaan yang kecil yang baik dan pelayanan yang secara serentak meminimize masalah untuk pelanggan
Sebuah bisnis dengan fokus pada Operational Execellence menentukan apakah pekerjaan dengan para pelanggan dan partners dapat dilakukan dengan banyak model dengan menetapkan bagian-bagiannya disesuaikan dengan lingkungan dalam perusahaan.
keberhasilan dari Operational Excellence – Efficient Laveraging of Assets/Efisiensi penggunaan Assets
Sumber-sumber dialokasikan didalam beberapa cara yang efisien dan biaya yang memungkinkan rendah – Management pada Transaksi yang efisiensi
Untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan proses antara supplier dan organisasi-organisasi yang diintegrasikan – Manajemen pada Kecerdasan Sales
Kebutuhan didalam mengetahui apakah nilai penjualan, dimana kamu melakukan penjualan, dan bagaimana menjualnya. Disini kamu tentunya akan mengetahui bagaimana trend dari pelanggan yang anda miliki dan bagaimana untuk mendapatkannya. – Dedication pada pengukuran sistem
Bisnis harus mendedikasikan pada operational yang baik di dalam memonitoring dan mengukur segala proses-prosesnya, terus menerus mencari jalan di dalam melakukan minimize biaya dan meningkatkan pelayanan dan kualitas – Manajemen pada pengharapan pelanggan
Prinsip-prinsip yang digaris bawahi adalah banyaknya variasi tetapi effisien . Operational Excellence perusahaan di dalam menentukan sebuah pengaturan-pengaturan di dalam setup pada bagian produk dan bagian pelayanan dan pengaturan terhadap banyak pelanggan yang banyak berharap untuk disetujui oleh pelanggannya.
Continous Innovation Exellence
menetapkan beberapa prinsip yang diikuti : – Risk – Oriented Management Style (kaya – orientasi pada management style)
Produk Leadership perusahaan di dalamnya memiliki orang-orang yang inovative dan innovative kebutuhan-kebutuhan pengakuan bahwa mereka kaya yang tentunya berupa bonus yang melekat pada tantangan-tantangan hal yang baru – Membangun merger dan acquisitions (kemahiran-kemahiran) beberapa perusahaan yang memiliki arus kesuksesan dan prospek kedepan, lain halnya dengan akusisi pada produk-produk baru dan siapa yang melakukan desainnya. – A market – Education Style (Pasar – Style Pendidikan)
Mengakui bahwa perusahaan harus memerankan hal-hal yang penting pada pasar di dalam mendidik para pelanggan kira siapa yang menggunakan dan keuntungan dari produk baru tersebut. – Encouraging Innovation (membesarkan harapan dengan inovatif
Jika kamu membangun pada “Experimen – Taction is good” percobaan terhadap rencana taktis yang baik maka mindset dan membuat sistem kompensasi dengan menggunakan bonus sebagai kesuksesan, ketika produk dalam keadaan konstan bisanya produk yang inovatif akan melakukan perubahan.
Studi Kasus
1. Services Excellence at American Express
2. Operational Excellence at Dell Computer
3. Continous Innovation at Cisco Systems


